Pengajaran di sekolah, termasuk
pengajaran sastra, menjadi tumpuan yang sangat vital. Jika kita gagal membentuk
karakter yang positif dan unggul pada diri siswa, bisa-bisa masa depan bangsa
ini akan semakin terpuruk, kehilangan harapan, atau setidaknya akan
kehilangan kepribadian dan gampang dijajah serta ”diperbudak” oleh bangsa lain
yang lebih adidaya.
Belajar sastra adalah salah satu
keterampilan yang imajinatif dan komunikatif bagi siswa sebagai pencipta maupun
penikmat sastra. Di dalamnya terdapat muatan mendidik yang tersirat dan tidak
bersifat doktrin. Siswa juga bisa mencerna sesuai dengan perkembangan jiwanya
dan membuatnya sangat peka terhadap karya sastra itu sendiri.
Minat terhadap sastra kini
mengalami degradasi. Hal ini disebabkan oleh tuntutan jaman yang serba instan
dan serba cepat. Karya sastra anak didominasi oleh komik-komik dari luar negeri
seperti Spongebob, Dora the Explorer, Naruto, dan sebagainya. Bahkan tradisi mendongeng untuk
penina bobokan anak sebagai pengantar tidur sang anak sudah tidak menarik lagi bagi seorang anak dan menjadi
sesuatu yang sangat asing.